Bedah Film The Social Dilemma (ADKESMA & PSDM)

 

ADKESMA & PSDM
Pada hari sabtu,12 juni 2021 telah dilaksanakan acara bedah film yang diselenggarakan oleh suatu himpunan mahasiswa yaitu HIMATASKA dari Universitas Pendidikan Indonesia kampus daerah serang. Acara kali ini memang di buka untuk khalayak umum namun pada diskusi kali ini baru dihadiri oleh sekitar 70 orang yang berasal dari jurusan Sitem Informasi Kelautan Universitas Pendidikan Indonesia dan beberapa orang dari umum. Pada acara bedah film kali ini mereka mengambil film dokumenter yang berjudul the social dilemma, dan di beri tema the other side of social media. Pada pembahasan kali ini di pimpin oleh pemakalah Amien Rais dan di moderatori oleh Muhammad Fakhrurrazi. Film ini adalah salah satu film dokumenter garapan Netflix yang rilis pada tanggal 9 September 2020. Film The Social Dilemma disutradarai Jeff Orlowski. Film ini menggambarkan tentang bagaimana sosial media menguasai umat manusia pada masa saat ini, namun banyak yang belum mengetahui sisi gelap dari dampak sosial media yang menjadikannya membawa pada sebuah kedilemaan. The Social Dilemma menunjukkan bagaimana media sosial melakukan hal-hal mengerikan kepada para penggunanya. Mulai dari mengawasi penggunanya hingga memanipulasi tampilan feed supaya individu tak bisa lepas dari media sosial. Seperti contohnya sosial media sekarang ini mempengaruhi terhadap kesehatan mental, anxiety, berita hoax, sampai polarisasi politik. Dari cuplikan yang dibagikan Netflix, The Social Dilemma menampilkan wawancara dengan beberapa sosok di balik kesuksesan media sosial ternama. Mulai dari Tristan Harris, pimpinan dari Center for Humane Technology yang juga mantan desainer Google, hingga Justin Rosenstein, penemu tombol like di Facebook. Ada pula wawancara bersama Tim Kendal, mantan pimpinan di Pinterest, dan Cathy O'Niel, mantan Direktur Monetisasi Facebook.


Acara ini memang di design untuk membuka jalan diskusi untuk menanggapi beberapa kecemasan yang sedang dirasakan saat ini mengenai media sosial. Beberapa permasalahan yang di angkat oleh pembicara Amien Rais yaitu mengenai : 1) Mental Health Dilemma; Ketika kita mengepost sesuatu kebanyakan orang mempunyai keinginan untuk di perhatikan oleh orang lain.Kemudian kita tau ternyata fitur yang ada di sosial media itu menjadi sumber gangguan,misalnya ketika kita mendapat notifikasi saat kita sedang belajar maka tanpa kita sadar kita akan stay pada layar smartphone tersebut dan susah untuk fokus atau bahkan melupakan bahwa kita sedang belajar,dan itu salah satu hal yang sangat sulit untuk dihindari. Somehow para infestor ini sengaja mendesign sistem ini untuk secara langsung menyerang kelemahan sikis pada manusia. 2) Democracy Dilemma; Sosial media dijadikan sebagai promosi demokrasi, dan dijadikan sebagai serangan untuk menyebarkan misinformasi yang menyerang lawannya (black campaign). 3) Misinformation dilemma; kemudahan mencari informasi pada saat ini bisa menjadi malapetaka karena banyak orang yang menggunakannya sebagai tools mereka untuk kepentingan mereka sendiri. Karena membeludaknya informasi kita tidak punya filter untuk itu.


Pada diskusi kali ini tanggapan awal ditanggapi oleh ibu yulli “Kondisi saat ini ibu melihat bahwa kita memang dalam konteks kehidupan mau tidak mau kita mengikuti sistem yang sedang berlaku secara global. Pemberlakuan itu ibu kira suatu hal yang memang dilematis, bahkan sekali kali kita berusaha untuk out of the box bisa jadi kita menjadi seseorang yang tidak pada umumnya. Dari pernyataan Amien tadi itu sesuatu hal yang memang dari dulu sudah ada, artinya dunia ini dalam konteks sistemik ada yang mengatur, bagaimana kita bisa berpendapat demikian? Karena memang secara global kita selalu ditengahkan pada kondisi kondisi yg memang mau tidak mau mengikuti perubahan. Dalam konteks film dilema social masyarakat Indonesia harus bisa menangkap maksud terselubung dari pemikiran setiap orang yg mau tidak mau kita di kendalikan oleh orang lain karena kita tidak konsisten. Mengenai penggunaan gedget, sudah sejauh mana kita memanfaatkan itu dengan kepahaman yang kita miliki, semakin paham kita memahami itu semakin sedikit kita menggunkaan itu, begitupun sebaliknya.”


Acara bedah film ini berlangsung sekitar 2 jam lebih dimana pada acara ini panitia tidak menyajikan acaranya seperti webinar biasanya yang ada pemateri nya tetapi acara ini disajikan lebih ke multi discussion yaitu lebih mengedepankan diskusi secara santai dengan para pesertanya. Peserta bedah film ini sangat antusias melontarkan opininya masing - masing sehingga ruang diskusi dapat tercipta dengan baik.

Sambutan Ketua Prodi SIK Novi Sofia Fitriasari, S.Si., M.T.

Sambutan Ketua umum HIMATASKA Abdul Malik Yang diwakili oleh Wakil ketua umum Dhea Rahma

Pemateri Amin Rais

Foto Bersama

Ketua Pelaksana Muhammad Fakhrurazzi

Editor : Ekayanti dan Sahril
Penyunting : Humed/Fwz

Pages